Media Dalam Perspektif Ekonomi dan Politik

 

Apa sih yang kalian tau tentang media, ekonomi dan politik? Lalu bagaimana media itu dalam prespektif ekonomi dan politik???....

 

Pengertian Media, Ekonomi, dan Politik

Media merupakan alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Bisa seperti media massa, media cetak, bahkan media social, yang mana terdiri dari televisi, koran, radio, Instagram, facebook, whatsapp, dll.

Sebenarnya apa itu ekonomi?? Pengertian ekonomi sendiri yaitu ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa atau pemakaian barang-barang serta kekayaan seperti hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan.  Ada juga yang menyebutkan definisi ekonomi adalah semua yang berhubungan dengan upaya dan daya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya untuk mencapai suatu tingkatan kemakmuran.

Sedangkan politik merupakan suatu fenomena yang sangat berhubungan dengan kehidupan manusia yang merupakan mahluk social, politik juga suatu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat di mana wujudnya adalah proses pembuatan keputusan.

 

Media Dalam Perspektif Ekonomi

Media di era sekarang sudah mulai banyak berkembang dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin cangiih, dalam hal ini media sudah bukan hanya sebagai wadah atau tempat penyaluran oesan namun juga bisa di gunakan untuk sebuah bisnis, dalahm hal ini kita bisa melihatnya dengan prespektif ekonomi. Media tidak hidup di ruang hampa, media hidup di dalam suatu sistem sosial dalam suatu masyarakat. 

Lantas bagaimana tentang pandangan atau prespektif ekonomi terhadap media itu sendiri, media dalam prespektif ekonomi merupakan sebuah institusi ekonomi yang memproduksi teks dengan tujuan utama untuk mendapatkan profit terutama dari iklan. Peran penting media adalah bukan hanya terbatas pada memberi informasi (to inform), tapi juga untuk menghibur (to entertain) dan mendidik (to educate) audience. Bahkan lebih dari itu, yang sangat krusial adalah media mampu menjadi agen sosialisasi dan malah membentuk realitas.

 Mainstream industri media memainkan peranan dalam melanjutkan penyebaran budaya masyarakat yang dikemudikan dan dilestarikan oleh kapitalisme global. Hal ini terwujud melalui iklan dan tayangan-tayangan yang menampilkan konsumerisme, gaya hidup modern dan budaya popular. Sehingga peranan media saat ini sangatlah krusial dalam prespektif ekonomi ini sendiri. Industri media memanfaatkan sumber daya yang terbatas untuk memproduksi konten dan mendisribusikannya kepada khalayak dengan tujuan memenuhi beragam permintaan dan kebutuhan akan informasi dan hiburan. Dengan adanya produk media penyiaran, baik elektronik maupun cetak akan menimbulkan permintaan iklan. Sistemnya yaitu media memproduksi penonton dan mengantarkannya pada pengiklan. Bagi kapitalis media, tentu tidak ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan. Bagi mereka jasa dan produk adalah komoditas yang dapat dipertukarkan secara ekonomi. Dalih mereka adalah konsumen. Masyarakat dianggap sebagai konsumen tetap dari produk yang mereka siarkan dalam bentuk informasi dan hiburan. Sedang advertiser adalah pihak yang menengahi hubungan dikotomis antara media dengan audiensnya. Para pengiklan itu membutuhkan pembeli untuk produk yang mereka tawarkan. 

Dalam pandangan ekonomi kapitalis hubungan trikotomi media, pengiklan dan audiens adalah hubungan yang logis dan saling menguntungkan. Paling tidak hal ini dapat dilihat dari adanya relasi trikotomi yang tidak seimbang. Relasi trikotomi itu masih menempatkan media dan pengiklan di puncuk struktur piramida terbalik. Sementara audiens sendiri di bagian bawah piramida. Artinya meskipun pemirsa mendapatkan hiburan dan informasi, namun tidak semua hiburan dan informasi seperti yang mereka inginkan. Sebaliknya media dan para pengiklan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Terlebih bila dikaitkan dengan agama yang dianggap sebagai sumber nilai dan etika dalam kehidupan manusia.

 

Media Dalam Perspektif Politik

Dalam prespektif ekonomi media pada umumnya, memiliki misi yaitu hanya untuk mendapatkan laba. Pada ekonomi atau bisnis media, selain misi untuk mendapatkan laba, juga punya misi lain yaitu sosial atau politik, yaitu bagaimana menyalurkan ide, pendapat atau opini tertentu dianggap penting untuk masyarakat sehingga media berpengaruh terhadap sikap, opini, dan keyakinan individu terhadap proses politik yang berlangsung. Politik dipahami sebagai kompetisi atau pertarungan kepentingan antara kelompok-kelompok di dalam masyarakat untuk memperoleh sumber daya yang terbatas. Dalam hal ini, bisa kita lihat media dalam prespektif politik yaitu Media dapat dipahami sebagai sebuah titik pertemuan dari banyak kekuatan dan kepentingan, media juga dapat bertindak sebagai agen perubahan. kebebasan memegang peranan penting di Asia Tenggara, khususnya dalam proses liberalisasi politik yang berhubungan dengan munculnya pers yang lebih terbuka dan kritis. Kondisi ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan masa sebelum jatuhnya Soeharto disaat media di kuasi oleh pemerintah. Media menurut prespektif politik adalah aktor politik yang penting dalam pertarungan politik di Indonesia. Alasannya adalah media dapat memainkan berbagai peran politik, diantaranya mendukung proses transisi demokrasi, dan melakukan oposisi. Media dalam kehidupan politik sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi selain eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Bahkan dalam bukunya yang berjudul An Introduction to Political Communication, Brian McNair mengatakan bahwa terdapat lima peran ideal media dalam mewujudkan kehidupan demokratis yaitu :

1.      Peran pertama media adalah memberikan informasi tentang apa yang terjadi,

2.      Peran kedua adalah memberikan edukasi bagi masyarakat tentang hal yang terjadi di lapangan, media juga berperan untuk membentuk, mengumpulkan, dan menyebarkan informasi agar masyarakat memahami isu politik dan memiliki keterikatan dengan politik.

3.      Peran media yang ketiga adalah sebagai wadah diskursus. Media menjadi peracik agenda politik yang memberikan informasi dan memilah isu yang pada akhirnya akan mempengaruhi opini publik.

4.      Peran media yang keempat adalah sebagai pemantau pemerintah. Maksudnya adalah media juga memiliki peran untuk mengkritik pemerintah, baik itu kebijakan ataupun program-program yang dibuat oleh pemerintah.

5.      Peran kelima, media juga berperan untuk mengadvokasi beberapa pandangan politik yaitu sebagai kanal partai politik untuk menyampaikan sudut pandangnya.

Media massa memiliki berbagai fungsi bagi masyarakat yaitu sebagai pemberi informasi, sebagai pemberian komentar atau interpretasi yang membantu pemahaman makna informasi, pembentukan kesepakatan, korelasi bagian-bagian masyarakat dalam pemberian respon terhadap lingkungan, transmisi warisan budaya, dan ekspresi nilai-nilai dan simbol budaya yang diperlukan untuk melestarikan identitas dan kesinambungan masyarakat

 

Media Dalam Perspektif Ekonomi dan Politik

Media dalam prespektif ekonomi dan politik ini saling berkesinambungan dan saling berhubungan, sebuah  membeberakan bagaimana peran media dalam proses kehidupan seperti transaksi mulai dari produksi , distribusi hingga sampai konsumsi yang mana media memiliki peran penting dalam system ekonomi yang ada di masyarakat dalam menghasilkan uang melalui jasa, dan media bukan hanya sebuah wadah atau pengantar informasi namun media menjadi sebuh instusi yang menghasilkan pundi-pundi uang melalui proses pengiklanan yang diberikan oleh sponsor. Sehingga terbentuklah sebuah industri media yang bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sehingga terjadi perputaran ekonomi dalam industri media tersebut, hal itu berhubungan dengan prespektif politik yang mana para pelaku politik ataupun seperti anggota dewan dari legislatif, eksekutif, hingga yudikatif pun memanfaatkan media untuk kepentingan, dalam hal ini juga akan berkesinambungan dengan system ekonomi yang mana dalam politik bisa menjadi pihak sponsor atau donaturnya, media dimaanfaatkan juga untuk kepentingan masyarakat dalam ketransparantan politik yang ada di Indonesia sehingga masyarakat juga teredukasi mengenai isu atau ilmu-ilmu politik yang ada dengan bantun media.

 


 

REFERENSI :

Hajad, Vellayati. “Media Dan Politik (Mencari Independensi Media Dalam Pemberitaan Politik).” Source : Jurnal Ilmu Komunikasi 2, No. 2 (October 26, 2018). Https://Doi.Org/10.35308/Source.V2i2.295.

Yusuf, Muhamad Fahrudin. “Komodifikasi: Cermin Retak Agama Di Televisi: Perspektif Ekonomi Politik Media,” N.D., 18.

Rahardian, Tsalis Fahmi “MANAJEMEN MEDIA TELEVISI TV9 NUSANTARA: ANTARA BISNIS DAN DAKWAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI MEDIA” : Jurnal Ilmu Komunikasi (Januari 25, 2015)

Pengertian Politik Adalah: Tujuan, Jenis, Dan Sistem Politik (Maxmanroe.Com)

Kepemilikan Media: Perspektif Ekonomi Politik - Kompasiana.Com

 

Komentar